Dinamika Politik Kian Memanas, Gibran dan PSI Bakal Jadi Rival Prabowo di Pilpres 2029?

Gibran dan PSI, Berpotensi Jadi Rival Prabowo di Pilpres 2029

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang kini didukung oleh mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memiliki peluang untuk menarik dukungan bagi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam pencalonannya sebagai presiden di pemilihan presiden (Pilpres) 2029 mendatang.

Pengamat politik dari Citra Institute, Efriza, menilai bahwa ada kemungkinan bagi Gibran untuk menjadi lawan politik Presiden Prabowo pada 2029. 

Namun, dia mengingatkan bahwa meskipun ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold) ditetapkan menjadi 0 persen akibat Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) 62/2024, PSI tidak dapat mengusung Gibran secara mandiri.

“Ditengarai kesiapan PSI untuk mengusung Gibran Rakabuming Raka secara mandiri masih sangat terbatas secara elektoral dan infrastruktur politik,” ungkap Efriza kepada Kantor Berita Politik dan Ekonomi RMOL di Jakarta pada Selasa, 24 Februari 2026.

Koalisi Strategis Diperlukan

Efriza juga menyoroti kemungkinan bahwa presidential threshold akan tetap dipertahankan, yang dapat menghalangi PSI dalam mengusung Gibran secara mandiri. “Melihat kemungkinan ambang batas pencalonan presiden masih dipertahankan, dengan minimnya basis kursi PSI, dengan PSI yang tidak lagi amat diperhitungkan oleh partai-partai lain, jelas bahwa PSI sulit untuk sendirian mengusung Gibran,” tuturnya.

Dia menambahkan bahwa tanpa adanya koalisi strategis yang lebih besar, usaha untuk mengusung Gibran akan sia-sia, terutama jika lawan yang dihadapi adalah petahana Presiden Prabowo yang semakin populer dan memiliki elektabilitas yang terus meningkat.

Nilai Jual PSI di Kancah Politik

Meskipun demikian, Efriza tidak mengabaikan nilai jual PSI yang masih memiliki pengaruh di kancah politik nasional. 

Dia menyatakan bahwa PSI berpotensi membentuk koalisi strategis yang dapat menjadi tandingan bagi petahana Presiden Prabowo.

“Oleh karena itu, skenario realistisnya, PSI harus mampu membangun aliansi, bukan mengandalkan kekuatan mandiri, oleh sebab itu PSI dan Jokowi semestinya tidak membuat publik semakin jenuh terhadap Jokowi dan keluarganya, ini hal utama yang patut dicari solusinya,” tambahnya.



Sumber: gelora.co (2026-02-24)

0 Komentar

Produk Sponsor