Tembus 1,3 Juta Penonton, Pandji Tegaskan Tak Akan Ada "Mens Rea" Jilid II


Komika sekaligus kreator konten Pandji Pragiwaksono memastikan tidak akan ada lagi pertunjukan bertajuk Mens Rea. Kepastian itu disampaikan langsung oleh Pandji lewat akun Twitter (X) miliknya, @pandji, saat membalas komentar seorang pengikut pada 12 Januari 2026. Dalam balasannya, Pandji menulis singkat namun tegas, “ga akan ada Mens Rea lagi”, cuitnya.


Mens Rea dengan 1,3 Juta 

Pernyataan tersebut langsung menyedot perhatian publik, mengingat Mens Rea baru saja mencetak pencapaian besar di Netflix Indonesia. Spesial komedi yang dirilis pada 27 Desember 2025 itu menjadi karya stand-up Netflix ke-10 Pandji dan sempat mendominasi daftar tontonan terpopuler.

Dalam kurun waktu sekitar dua minggu sejak rilis, Mens Rea ditonton lebih dari 1,3 juta kali. Bahkan di akhir Desember 2025, tayangan ini beberapa kali tercatat menduduki posisi #1 dan #2 Top 10 TV Shows Netflix Indonesia selama beberapa minggu berturut-turut. Capaian tersebut menegaskan tingginya minat publik terhadap materi yang diangkat Pandji.

Popularitas ini tak lepas dari tema yang diusung. Mens Rea dikenal luas karena materinya yang menyentil keras budaya hukum di Indonesia, mulai dari logika penegakan hukum hingga absurditas birokrasi. Dengan gaya satire khas Pandji, berbagai fenomena sosial dikuliti lewat humor yang tajam, membuat pertunjukan ini tak hanya menghibur, tapi juga memantik diskusi serius di ruang publik.


Komedi Pandji dan Resonansi Kesadaran

Respons warganet pun beragam. Sebagian mengaku kecewa karena berharap bisa menyaksikan Mens Rea dalam format pertunjukan langsung, sementara yang lain menanggapinya dengan humor, bahkan melempar ide judul lanjutan seperti Actus Reus atau Delik Aduan. Hal ini memperlihatkan betapa kuatnya resonansi karya tersebut di tengah masyarakat.

Sebelum akhirnya tayang di Netflix, Mens Rea juga sempat dipentaskan secara live atau offline di sejumlah kota. Dari rangkaian pertunjukan tersebut, tercatat sekitar 10.000 penonton menyaksikan langsung materi ini. Angka itu menunjukkan bahwa gaung Mens Rea sudah terasa bahkan sebelum masuk ke platform digital.


#MensReaEffect dan Polemik di Ranah Hukum

Di sisi lain, dinamika sosial dan politik pasca tayangnya Mens Rea juga ikut mengiringi perjalanan Pandji. Saat ini, ia dihadapkan pada laporan ke pihak kepolisian, terkait tudingan penghinaan yang dianggap diarahkan kepada pejabat publik serta lembaga keagamaan. 

Kontroversi ini diyakini turut mendorong peningkatan atensi publik, sekaligus memperbesar engagement terhadap tayangan tersebut.

Situasi ini menempatkan Pandji di tengah pusaran perdebatan antara kebebasan berekspresi, kritik lewat komedi, dan batasan hukum di ruang publik Indonesia, sebuah ironi yang justru selaras dengan pesan utama yang dibawa Mens Rea.

0 Komentar

Produk Sponsor