Sejak dinyatakan bersalah atas kasus pencemaran nama baik terhadap Jusuf Kalla, Silvester telah menjadi pusat perhatian publik. Meskipun status hukumnya sudah inkrah, hingga saat ini, Silvester belum juga ditangkap dan dipenjarakan.
Sindiran Tajam Mantan Kabareskrim
Situasi ini memicu perdebatan sengit di kalangan masyarakat, terutama di platform media sosial. Salah satu tokoh yang angkat bicara adalah Susno Duadji, yang melalui akun Twitternya, @susno2g, melontarkan pertanyaan kritis kepada Jaksa Agung.
Ia mempertanyakan moralitas dari jaksa yang tidak bertindak meskipun sudah enam tahun berlalu: "Pak Jaksa Agung, kalau jaksa yg 6 tahun tidak mau tangkap dan penjarakan Silvester itu; punya moral atau tidak?" tulis Susno.
Pertanyaan ini tidak hanya mencerminkan keresahan masyarakat, tetapi juga menyoroti ketidakpuasan terhadap kinerja penegakan hukum di Indonesia.
Komentar Susno di Video Jaksa Agung
Video pernyataan Jaksa Agung dengan judul yang tertulis, "Saya Tidak Butuh Jaksa yang Tak Bermoral," rupanya jadi memantik nalar kritis Susno.
Masyarakat pun bertanya-tanya apakah pernyataan tegas tersebut akan diikuti dengan tindakan nyata dalam penegakan hukum.
Dalam sistem peradilan, kecepatan dan ketepatan penanganan kasus sangat penting agar kepercayaan publik terhadap institusi hukum tetap terjaga. Namun, dalam kasus Silvester, terlihat adanya ketidakberdayaan dari pihak berwenang untuk menegakkan hukum secara konsisten.
Potret Integritas Penegakkan Hukum
Apakah ini mencerminkan ketidakmampuan sistem hukum kita atau adanya faktor lain yang menghambat penindakan? Pertanyaan ini menjadi penting untuk dijawab, karena keadilan tidak hanya dituntut oleh korban, tetapi juga oleh masyarakat yang mendambakan kepastian hukum.
Seiring berjalannya waktu, harapan akan keadilan bagi korban pencemaran nama baik ini semakin menipis. Dalam masyarakat yang semakin kritis, penegakan hukum yang tidak konsisten hanya akan memperburuk kepercayaan publik terhadap institusi hukum yang seharusnya melindungi mereka.
Sumber: Pernyataan Susno Duadji di Twitter (@susno2g), 20 Januari 2026.
0 Komentar