
Perhatian Publik Terhadap Kiriman Bunga
Pengiriman bunga tersebut langsung menarik perhatian publik dan memicu berbagai tafsir politik. Gestur Gibran ini dianggap memiliki makna yang lebih dalam daripada sekadar ucapan selamat ulang tahun, terutama mengingat hubungan politik yang sering kali disebut tidak harmonis sejak Pemilu 2024.
Analisis Pengamat Politik
Pengamat politik, Adi Prayitno, menyatakan bahwa tindakan tersebut tidak bisa dipisahkan dari konteks hubungan politik antara Megawati, Gibran, dan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo. Ia mengungkapkan, “Ini menjadi perbincangan karena tidak terlepas dari hubungan politik antara Megawati dan Gibran yang notabene juga putra Jokowi.
Kita tahu, sejak Pemilu 2024, relasi itu disebut-sebut sedang tidak baik-baik saja,” melalui kanal Youtube miliknya pada Senin, 26 Januari 2026.
Menurut Adi, kiriman bunga anggrek ungu tersebut dapat diinterpretasikan sebagai bentuk komunikasi politik simbolis yang ingin ditampilkan Gibran kepada publik.
Ia menambahkan, “Tentu banyak juga yang menilai ini sebagai model komunikasi politik. Seolah Gibran ingin menunjukkan bahwa sebagai wakil presiden, ia tidak memiliki sekat dengan siapa pun, termasuk dengan Ketua Umum PDIP Megawati, yang secara psikologi politik mungkin sudah tidak ada lagi chemistry.”
Sampai saat ini belim ada tanggapan resmi dari para elite maupun fungsionaris PDI Perjuangan terkait kiriman bunga tersebut. Ketidakresponsifan PDIP justru semakin memperbesar spekulasi di kalangan publik.
Spekulasi Mengenai Arah Politik Gibran
Situasi ini juga berhubungan dengan posisi politik Gibran setelah dipecat dari PDI Perjuangan. Banyak spekulasi yang muncul tentang arah politiknya di masa depan, termasuk kemungkinan bergabung dengan partai politik lain atau tetap berada di luar struktur partai.
Dengan demikian, kiriman bunga anggrek ungu tersebut tidak hanya dilihat sebagai ucapan pribadi, melainkan juga sebagai sinyal politik yang kaya makna di tengah dinamika hubungan elite pasca Pemilu 2024.
Sumber: gelora.co (2026-01-26)
0 Komentar