
Pentingnya Persatuan Global South Menurut Anies
Wakil Menteri Perumahan dan politikus dari Partai Gerindra, Fahri Hamzah, memberikan tanggapan terhadap pernyataan mantan Gubernur Jakarta, Anies Baswedan, mengenai urgensi persatuan Global South di tengah kekacauan tatanan dunia saat ini.
Anies menyampaikan pandangannya setelah mendengarkan pidato Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, yang menggarisbawahi perlunya negara-negara di Global South untuk bersatu agar tidak mudah dipengaruhi oleh kekuatan besar.
Fahri, melalui akun media sosialnya, merespons, "Itu omongan Pak Prabowo yang sudah lama pak Anies," disertai emoji yang menunjukkan nada berseloroh.
Respon Netizen terhadap Kicauan Fahri
Unggahan Fahri Hamzah menarik beragam reaksi dari netizen. Salah satu komentar menyinggung dukungan Indonesia terhadap perdamaian dunia yang diprakarsai oleh Donald Trump, mempertanyakan niat dan keefektifan kepemimpinan Trump dalam konteks tersebut.
Global South, yang merupakan istilah yang lebih modern dari Negara Dunia Ketiga, merujuk pada wilayah di luar Eropa dan Amerika Utara.
Pentingnya Negosiasi untuk Negara Menengah
Anies Baswedan berpendapat bahwa PM Carney sampai pada kesimpulan penting: negara-negara menengah harus bersatu dalam negosiasi dengan negara besar. Ia menjelaskan, "Kalau negara menengah hanya bernegosiasi sendiri-sendiri dengan negara besar, maka akan bernegosiasi dari posisi lemah." Menurutnya, hal ini mengarah pada persaingan yang tidak sehat di antara negara-negara menengah.
Lebih lanjut, Anies menekankan bahwa saat ini dunia telah bertransformasi menjadi multipolar dan sangat dinamis. Ia mendorong negara-negara menengah untuk membangun koalisi yang fleksibel, di mana "beda isu bisa beda mitra, tak harus loyal buta pada satu polar, sambil terus memperkuat ekonomi di dalam negeri."
Pesan tersebut, menurut Anies, sangat relevan bagi Indonesia, yang harus melaksanakan diplomasi yang proaktif alih-alih bersikap netral yang pasif. "Diplomasi mesti membangun jembatan, jangan sekadar ikut arus," ujarnya.
Peran Indonesia dalam Tatanan Global
Anies menekankan bahwa Indonesia dapat berfungsi sebagai jembatan antara negara-negara menengah di Barat yang mulai menyadari realitas dunia dan Global South yang telah lama mengalami ketidakadilan. "Kita punya legitimasi di kedua sisi," katanya.
Ia menambahkan bahwa di tengah fragmentasi dunia, negara-negara menengah memiliki peluang untuk menciptakan tatanan baru yang lebih adil, asalkan mau bergerak bersama.
Sebagai catatan, Prabowo Subianto juga telah beberapa kali menekankan pentingnya Global South, termasuk saat kunjungan ke Turki pada April 2025, di mana ia berbicara tentang peran negara-negara ini di hadapan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan. "Kami harus menjadi kekuatan positif dan kekuatan penting di dunia Islam," tegas Prabowo, mengingatkan akan tanggung jawab mereka sebagai pemimpin dari Global South serta mitra strategis dalam tatanan global.
Sumber: gelora.co (2026-01-23)
0 Komentar