Ahmad Khozinudin ungkap Jokowi Mainkan Strategi Pecah Belah dan Berupaya Hindari Kasus Ijazah

Isu mengenai keaslian ijazah seorang pemimpin publik selalu menarik perhatian masyarakat. Terlebih jika ada dugaan pemalsuan yang melibatkan individu-individu penting dalam dunia politik. Kasus ini telah mengguncang kepercayaan publik dan memunculkan diskusi mengenai integritas dan akuntabilitas di lingkaran pejabat negara.


Upaya Jokowi untuk Menghindari Pengadilan

Mantan Presiden Joko Widodo menginginkan agar kasus dugaan ijazah palsu yang menjerat beberapa individu, termasuk Roy Suryo, tidak berlanjut ke pengadilan. Ini disampaikan oleh kuasa hukum Roy Suryo, Ahmad Khozinudin, dalam keterangan tertulisnya. Melansir dari gelora.co (2026-01-16), pernyataan Khozinudin menyoroti kepentingan Jokowi untuk menjaga reputasi di tengah isu sensitif ini.

"Sehingga Jokowi bisa lolos dari aib ketahuan ijazahnya palsu," kata Khozinudin.

Pernyataan ini menunjukkan bahwa ada kekhawatiran besar mengenai implikasi hukum dan sosial yang dapat muncul jika kasus ini dibawa ke pengadilan, tidak hanya bagi Jokowi tetapi juga bagi para terdakwa lainnya.


Strategi Pecah Belah Pasca Pertemuan dengan Eggi

Ahmad Khozinudin juga mencermati perubahan sikap Jokowi setelah pertemuan dengan beberapa tokoh, termasuk Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis, pada 8 Januari 2026. Ia menunjukkan bahwa langkah-langkah strategis diambil untuk menghindari konsekuensi hukum yang lebih serius.

"Jokowi juga mulai memainkan strategi pecah belah, yang targetnya agar kasus ini tidak masuk ke persidangan," kata Khozinudin.

Strategi ini tampaknya berfokus pada pengalihan perhatian publik dan menciptakan narasi positif agar isu ini dilupakan atau diminimalisir. 

Namun, ini menimbulkan pertanyaan mengenai transparansi dan kejujuran dalam penanganan kasus tersebut.


Status Hukum Para Eggi dan Damai

Di sisi lain, Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis yang dikabarkan telah melakukan pertemuan dengan Jokowi  dalam kasus ini diminta untuk tidak percaya begitu saja, mengingat ucapan Jokowi bukan hal yang mudah untuk dipercaya. Menurut Khozinudin, Eggi dan Damai hingga hari ini masih berstatus tersangka.

"Mereka tak percaya, pertemuan yang dijanjikan rahasia itu bocor ke publik. Lalu, sibuk membuat klarifikasi via sejumlah orang hingga akhirnya sibuk melakukan sejumlah pemecatan anggota TPUA," kata Khozinudin.

Mengkritisi langkah dari mantan Presiden

Apakah langkah-langkah yang diambil oleh Jokowi untuk menanggulangi kasus hukum ini mencerminkan upaya untuk menjaga citra publik atau justru menciptakan ketidakpastian hukum bagi Eggi dan Damai?

Bagaimana dampak dari strategi menghindar ini terhadap kepercayaan publik terhadap institusi hukum di Indonesia, dan apakah tindakan ini menciptakan preseden buruk bagi penegakan hukum di masa depan?

Diskusi tentang isu ini sangat penting untuk melibatkan masyarakat, agar kita semua dapat mendorong transparansi dan akuntabilitas dalam pemerintahan.


Sumber: gelora.co (2026-01-16)

0 Komentar

Produk Sponsor