Narasi ini disebarkan oleh akun X @indepensumatera yang mengungkap rencana besar yang bertujuan pada rencana pengambilalihan kekuasaan. Rangkaian peristiwa tersebut diklaim sebagai analisis yang dirangkum dari berbafai sumber, dan masih harus diverifikasi. Menarik untuk diikuti, berikut tulisannya:
Fase Persiapan dan Konsolidasi
Kelompok yang disebut sebagai "Genk Solo" diduga tengah mengonsolidasi kekuatan dan pendanaan yang terindikasi dari pergerakan rekening tokoh-tokoh terdekat. Bersamaan dengan itu, pasukan pendengung di media sosial disiapkan untuk membangun opini publik yang menyudutkan bahwa presiden melarikan diri dari dalam negeri.
8–9 November: Keberangkatan Presiden ke Turki
Presiden Prabowo dijadwalkan bertolak ke Antalya, Turki, untuk memenuhi undangan KTT COP31 dari Presiden Erdogan, dilanjutkan ke negara lain guna mencari sumber energi alternatif. Momentum kepergian ini dinarasikan akan dimanfaatkan sebagai pemicu awal pergerakan.
10 November: Puncak Demonstrasi
Bertepatan dengan Hari Pahlawan, pengerahan massa direncanakan pecah di jalanan. Kelompok pelajar SMK/STM disebut akan didorong sebagai garda depan, disusul oleh kelompok massa bayaran yang lebih besar untuk memicu situasi chaos.
Eskalasi Politik dan Pendudukan
Saat kekacauan terjadi, beberapa menteri dari lingkar kekuasaan lama diklaim akan serentak mengundurkan diri. Seorang menteri dengan latar belakang mantan jenderal disebut siap mengondisikan narasi transisi kekuasaan, sementara massa diarahkan untuk menyerang dan menduduki Gedung DPR/MPR.
Tujuan Akhir Peralihan Kekuasaan
Manuver tersebut dinarasikan bertujuan mutlak untuk menaikkan "putra mahkota" ke pucuk pimpinan. Skenario ini dituding melibatkan kolaborasi lintas sektor yang mencakup tokoh sipil, pejabat militer yang bermain dua kaki, pemodal oligarki, hingga bayangan kepentingan asing.
0 Komentar