Kepala Bakom Pertanyakan Asal Kekayaan Keluarga Jokowi di Tengah Utang Negara

📌 Ringkasan Berita:
  • Syahganda Nainggolan, Kepala Bakom RI, mempertanyakan kekayaan dan bisnis keluarga Jokowi serta dampak pemerintahan Jokowi terhadap masyarakat.
  • Ia membandingkan kepemimpinan Jokowi dengan Prabowo, menilai Prabowo lebih bermanfaat bagi rakyat dan mengaitkannya dengan semangat Soekarno.
  • Syahganda berharap pemerintahan Prabowo dapat mengatasi warisan masalah dari Jokowi dan memastikan pertumbuhan ekonomi yang inklusif untuk masyarakat.

Aktivis senior yang kini menjabat sebagai Kepala Badan Komunikasi (Bakom) RI, Syahganda Nainggolan, baru-baru ini mengungkapkan pertanyaan yang menggugah tentang kekayaan dan bisnis keluarga Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) selama masa pemerintahannya.

Pernyataan ini disampaikan Syahganda dalam sebuah diskusi saat menjadi tamu di siniar YouTube Keren Cadas yang dipandu oleh pakar hukum tata negara, Refly Harun, pada 3 Oktober 2026.

Di tengah obrolan mengenai arah ekonomi dan politik pemerintahan, Syahganda tidak segan-segan membandingkan warisan pemerintahan Jokowi dengan kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Beliau berpendapat bahwa selama sepuluh tahun pemerintahan Jokowi, manfaat yang dirasakan masyarakat tidaklah signifikan.

Syahganda juga mengkritik kebijakan-kebijakan yang, menurutnya, justru menambah beban utang negara.

"Kalau Jokowi ini, enggak ada gunanya berarti untuk bangsa ini. Karena dia menciptakan utang, memperkaya diri sendiri. Rakyat itu enggak tahu untungnya di mana selama era Jokowi," ungkapnya dengan tegas.

Lebih jauh, Syahganda menyoroti perkembangan bisnis dan karier politik anak-anak Jokowi, yang menurutnya menimbulkan pertanyaan mengenai sumber modal yang memungkinkan bisnis keluarga ini tumbuh begitu besar.

"Memperkaya anaknya, membuat anaknya punya bisnis triliunan, dari mana? Kemudian anaknya bisa (jadi) Wapres, dari mana? Angka-angka (kekayaan) seperti itulah," kata Syahganda.

Pembandingan dengan Prabowo

Dalam pandangannya, Syahganda juga membandingkan karakter kepemimpinan Jokowi dengan Prabowo, di mana ia menilai Prabowo lebih mengedepankan warisan kepemimpinan yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

Syahganda bahkan mengaitkan sikap tersebut dengan semangat Presiden pertama RI, Soekarno.

"Prabowo ini secara individu itu mirip Soekarno. Dia itu mencari 'kematiannya' itu untuk rakyat. Dia selalu bilang, 'Aku ingin mati dengan rakyat senyum, karena hasil aku kerja untuk rakyat.' Daripada jadi presiden memperkaya diri dan keluarga seperti Jokowi," tegasnya, menyoroti perbedaan filosofi antara kedua pemimpin tersebut.

Harapan untuk Masa Depan

Syahganda menyampaikan harapannya bahwa pemerintahan Prabowo dapat mengatasi berbagai persoalan yang merupakan warisan dari pemerintahan sebelumnya.

Ia juga menekankan pentingnya memastikan pertumbuhan ekonomi memberikan manfaat bagi masyarakat luas, bukan sekadar kelompok elite atau keluarga penguasa.

Dengan pernyataan-pernyataan ini, Syahganda mengajak kita semua untuk merenungkan arah perkembangan ekonomi dan politik yang lebih inklusif ke depan. Kabar ini menjadi sorotan yang menarik perhatian, terutama bagi publik yang menginginkan transparansi dan keadilan dalam pengelolaan kekayaan negara.




Sumber: gelora.co (2026-10-07)

0 Komentar

Produk Sponsor
Featured Image
Politik Nasional

Judul Berita