Kehilangan Terbesar Jokowi dalam Politik Dinilai dari Jarak dengan Partai-PPartai

📌 Ringkasan Berita:
  • Pengamat politik Adi Prayitno menilai kehilangan terbesar Jokowi adalah tidak lagi menjadi kader PDIP.
  • Kehilangan status tersebut membuat akses dan komunikasi politik Jokowi dengan partai lain menjadi lebih sulit.
  • Renggangnya hubungan Jokowi dengan ketua umum partai politik dipengaruhi oleh pemecatannya dari PDIP dan dinamika politik elite setelah masa jabatannya.

Pengamat politik Adi Prayitno baru-baru ini mengungkapkan pandangannya mengenai salah satu kehilangan terbesar dalam perjalanan politik Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi).

Dalam penilaian Adi, kehilangan tersebut berkaitan dengan Jokowi yang tidak lagi menjadi kader PDI Perjuangan (PDIP). Keterangan ini disampaikan dalam sebuah wawancara di kanal YouTube tvOneNews, sebagaimana dilansir oleh gelora.co.

Kehilangan Status Kader PDIP dan Dampaknya Terhadap Komunikasi Politik

Menurut Adi, jika Jokowi masih menjadi kader PDIP, akses dan komunikasi politik dengan partai lain akan lebih mudah terjalin.

Ia menyatakan bahwa para ketua umum partai politik cenderung menjaga jarak dari Jokowi setelah ia tidak lagi menjabat sebagai presiden.

Adi menilai bahwa mereka tidak terlihat mengunjungi Jokowi secara terbuka di kediamannya di Solo, yang menunjukkan adanya jarak dalam hubungan politik.

Analisis Adi Prayitno tentang Dinamika Hubungan Politik Jokowi Pasca Kepresidenan

"Dan saya selalu membayangkan, tapi kalau Pak Jokowi masih PDIP gampang berkomunikasi dengan partai yang lainnya," ujar Adi.

Lebih lanjut, Adi menjelaskan bahwa renggangnya hubungan Jokowi dengan para ketua umum partai politik tidak hanya disebabkan oleh berakhirnya masa jabatannya, tetapi juga oleh dinamika hubungan politik di kalangan elite.

Ia menilai bahwa pemecatan Jokowi bersama Gibran Rakabuming Raka dari PDIP membawa dampak yang signifikan, membuat akses Jokowi untuk membangun komunikasi politik lebih sulit hingga saat ini.

Perkembangan ini menjadi sorotan, mengingat pentingnya hubungan politik bagi seorang mantan presiden dalam membangun kembali jaringan di dunia politik.




Sumber: gelora.co (2026-10-28)

0 Komentar

Produk Sponsor
Featured Image
Politik Nasional

Judul Berita