Prabowo Serukan "Free Palestine" di Acara Gontor, Soroti Kondisi Masyarakat Palestina

📌 Ringkasan Berita:
  • Presiden Prabowo Subianto menggemparkan acara Resepsi Kesyukuran 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor dengan teriakan "Free Palestine" yang disambut meriah oleh hadirin.
  • Prabowo mengungkapkan keprihatinan terhadap kondisi masyarakat Palestina yang terus diserang dan menyerukan pentingnya Indonesia membangun kekuatan untuk membantu mereka.
  • Dia juga mengingatkan sejarah penjajahan Indonesia sebagai pelajaran untuk memperkuat bangsa dan mendorong generasi muda untuk belajar demi masa depan yang lebih baik.

Presiden Prabowo Subianto baru saja bikin heboh di Resepsi Kesyukuran 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor yang digelar di Ponorogo, Jawa Timur, dengan teriakan "Free Palestine" sebanyak tiga kali.

Seruan Besar di Acara Meriah

Mengutip pemberitaan dari gelora.co pada 2026-09-19, seruan tersebut diawali saat Prabowo menyapa para duta besar negara sahabat, termasuk Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Abdulfattah A.K. Al-Sattari.

Sapaan tersebut langsung disambut meriah oleh ribuan hadirin dengan tepuk tangan dan sorakan yang menggema.

Prabowo kemudian meneriakkan "Free Palestine" tiga kali, dan setiap seruan itu langsung diikuti oleh hadirin yang meneriakkan kalimat yang sama.

Dubes Abdulfattah berlari ke panggung dengan membawa selendang keffiyeh khas Palestina, yang kemudian diberikan dan dikalungkan kepada Prabowo saat keduanya berpelukan di atas panggung.

Menggarisbawahi Kondisi Palestina

Setelah momen emosional itu, Prabowo menyoroti kondisi masyarakat Palestina yang masih berjuang di tengah serangan yang terus-menerus.

"Saya minta maaf, tadi saya ingat saudara-saudara kita di Palestina. Mereka dibantai, mereka dibom, mereka diserang terus-menerus. Dan kita seolah-olah kurang berdaya untuk membantu mereka," kata Prabowo.

Menurut Prabowo, situasi di Palestina harus jadi pendorong bagi Indonesia untuk membangun bangsa yang lebih kuat.

Dia juga meminta para kiai, ulama, pendidik, dan santri untuk mendorong generasi muda agar serius dalam belajar dan memperkuat kemampuan bangsa.

"Ini saya kira harus mendorong dan memicu suatu kehendak, kehendak untuk belajar sungguh-sungguh, kehendak untuk membangun bangsa Indonesia yang kuat karena bangsa yang tidak kuat, bangsa itu akan diinjak-injak oleh bangsa-bangsa lain," ujarnya.

Pentingnya Mengingat Sejarah

Prabowo juga mengingatkan tentang pengalaman Indonesia yang pernah terjajah dan mengatakan bahwa sejarah tersebut menjadi pelajaran penting untuk tidak kembali dalam posisi lemah.

"Kita pernah dijajah oleh bangsa lain. Itu kenyataan yang pahit. Ya, bapak-bapak kita, eyang-eyang kita, kakek-kakek kita, ya, pendahulu-pendahulu kita ya berjuang, ya melawan, tapi cukup lama kita di bawah telapak kaki bangsa lain," tuturnya.

Karena itu, Prabowo berharap generasi penerus bisa berani melihat kelemahan dan kekurangan bangsa untuk dievaluasi.

"Saya berharap dari generasi penerus, dari ustaz-ustaz, dari ulama-ulama untuk bisa membangunkan keberanian untuk belajar dari kelemahan-kelemahan kita sendiri, kekurangan-kekurangan kita sendiri," katanya.

Prabowo menegaskan bahwa Indonesia perlu memiliki kekuatan agar bisa menolong bangsa lain yang sedang mengalami penindasan.

"Kita harus kuat, karena kita dengan kekuatan, kalau kita kuat, kita bisa bantu saudara-saudara kita yang ditindas atau tertindas bangsa lain, kalau kita tidak punya kekuatan bagaimana kita membantu mereka?"

Kesimpulan

Dengan seruan yang penuh semangat ini, Prabowo mengajak semua pihak untuk memperkuat bangsa agar dapat berkontribusi lebih banyak bagi dunia internasional, khususnya bagi yang tertindas.

Menurut kamu gimana tentang berita ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar!




Sumber: gelora.co (2026-09-19)

0 Komentar

Produk Sponsor
Featured Image
Politik Nasional

Judul Berita