Polemik Pendidikan Gibran Jadi Sorotan Media Singapura di Tengah Persidangan Gugatan MK

📌 Ringkasan Berita:
  • Polemik mengenai riwayat pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kini menjadi sorotan, bahkan di media Singapura.
  • Mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM, Denny Indrayana, menggugat kelulusan pra-kuliah Gibran terkait kualifikasi lulusan SLTA di Indonesia.
  • Keabsahan dokumen penyetaraan pendidikan Gibran yang dikeluarkan Kementerian Pendidikan RI pada 2019 sedang dipermasalahkan, sementara gelar sarjananya dari MDIS Singapura masih menunggu konfirmasi.

Polemik soal riwayat pendidikan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka kini jadi sorotan panas, bahkan sampai ke media Singapura.

Gugatan Baru Terkait Syarat Setara SMA

Menyimak pemberitaan dari democrazy.id pada 23/09/2026, laporan terbaru dari The Straits Times menyoroti gugatan yang diajukan oleh mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM, Denny Indrayana, bersama sejumlah pemohon lainnya.

Fokus gugatannya kini bukan hanya gelar sarjana, tapi lebih pada apakah kelulusan pra-kuliah Gibran sudah memenuhi kualifikasi minimal lulusan SLTA/sederajat menurut hukum Indonesia.

Riwayat Sekolah Menengah

Berdasarkan data resmi KPU yang dikutip media luar, perjalanan pendidikan Gibran di tingkat menengah meliputi sejumlah institusi yang bikin banyak orang bertanya-tanya.

Pertama, dia menempuh pendidikan di Orchid Park Secondary School di Singapura dari tahun 2002 hingga 2004.

Di Singapura, waktu yang dihabiskan di Secondary School umumnya 4–5 tahun, jadi status penyetaraannya dengan SMA di Indonesia jadi topik debat hangat di kalangan kritikus.

Setelah itu, Gibran lanjut ke UTS Insearch di Australia untuk program persiapan jalur internasional, yang terafiliasi dengan University of Technology Sydney (UTS).

Kementerian Pendidikan RI pada tahun 2019 mengeluarkan sertifikat penyetaraan yang menyatakan masa studi Gibran di UTS Insearch hingga tahun 2006 setara dengan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) bidang Akuntansi dan Keuangan.

Namun, dokumen penyetaraan tahun 2019 ini kini sedang dipermasalahkan dan diuji keabsahannya oleh pihak penggugat.

Konfirmasi Gelar Sarjana dari MDIS Singapura

Mengenai gelar sarjananya, masih banyak yang menunggu konfirmasi dari MDIS Singapura, sementara isu ini terus jadi bahan pembicaraan di berbagai kalangan.

Sebagai penutup, kasus ini jelas memicu perdebatan yang cukup panas di masyarakat, terutama mengenai validitas pendidikan Gibran.

Menurut kamu gimana tentang berita ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar!




Sumber: democrazy.id (23/09/2026)

0 Komentar

Produk Sponsor
Featured Image
Politik Nasional

Judul Berita