Dukungan Gubernur Jawa Barat untuk Mas Botok Tuai Kritikan Publik, Dibilang Pencitraan!

📌 Ringkasan Berita:
  • Dukungan Gubernur Dedi Mulyadi kepada gerakan Mas Botok mendapat kritik dari pengamat politik karena dinilai tidak konsisten dengan komitmennya dalam pemberantasan korupsi.
  • Pengamat Heru Subagia menantang Dedi untuk mengadakan sayembara menangkap koruptor kelas kakap di Jawa Barat sebelum berbicara lebih jauh tentang hukuman bagi koruptor.
  • Beberapa pengamat menilai langkah Dedi Mulyadi lebih kepada pencitraan ketimbang tindakan nyata, menunjukkan perlunya komitmen konkret dalam upaya pemberantasan korupsi.

Dukungan dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, kepada gerakan Mas Botok di Gedung DPR RI ternyata mendapat sorotan negatif dari beberapa pengamat politik.

Melansir dari Democrazy.id pada 30/08/2026,

pengamat politik Heru Subagia menganggap dukungan tersebut tidak sinkron dengan sikap Dedi Mulyadi soal masalah pemberantasan korupsi di Jawa Barat.

Heru juga mengingatkan tantangan yang pernah diajukan kepada Dedi Mulyadi untuk mengadakan sayembara menangkap koruptor kelas kakap yang ada di Jawa Barat.

Heru Tagih Komitmen Dedi Mulyadi

Heru menegaskan bahwa Dedi Mulyadi seharusnya menyelesaikan tantangan itu terlebih dahulu sebelum membahas tentang upaya pemberantasan korupsi, hukuman mati, hingga perampasan aset koruptor.

“Sebelum KDM berbicara masalah pemberantasan korupsi, hukum mati dan perampasan aset bagi koruptor, harus menjawab ketika saya dua Minggu lalu menanyakan komitmennya terkait ini,” ujar Heru, Minggu (30/8/2026).

Heru menjelaskan bahwa dirinya telah menantang Dedi Mulyadi untuk menunjukkan keseriusan dalam pemberantasan korupsi dengan mengadakan sayembara menangkap koruptor kelas kakap.

“Saya menantang sayembara menangkap koruptor kelas kakap di Jabar, namun KDM tidak malu mendukung perjuangan mas Botok,” tambah Heru.

Pendapat Pengamat Tentang Dukungan Dedi Mulyadi

Beberapa pengamat politik lainnya juga mencatat bahwa langkah Dedi Mulyadi justru terlihat sebagai pencitraan semata dan bukan tindakan yang substansial.

Hal ini menunjukkan bahwa dukungan yang diberikan dalam konteks politik sering kali menjadi sorotan dan bisa memicu perdebatan.

Kesimpulannya, dukungan Dedi Mulyadi terhadap Mas Botok menuai reaksi beragam, terutama dari pengamat politik yang menilai tindakan ini perlu dibarengi dengan komitmen konkret dalam pemberantasan korupsi.

Menurut kamu gimana tentang berita ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar!




Sumber: democrazy.id (30/08/2026)

0 Komentar

Produk Sponsor
Featured Image
Politik Nasional

Judul Berita