
- Presiden Prabowo Subianto mencopot Purbaya Yudhi Sadewa dari jabatan Menteri Keuangan dan menggantinya dengan Suahasil Nazara.
- Purbaya baru menjabat selama satu tahun dan pencopotannya terjadi setelah ia menanggapi rumor jual beli jabatan di Kementerian Keuangan.
- Ekonom melihat pergantian ini sebagai langkah untuk meredam ketidakpastian pasar di tengah tekanan ekonomi dan krisis kepercayaan investor.
Presiden Prabowo Subianto baru saja mencopot Purbaya Yudhi Sadewa dari posisi Menteri Keuangan pada Senin sore, 14 September 2026, dan menggantinya dengan Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara, yang dilantik langsung di Istana Negara.
Perjalanan Singkat Purbaya
Purbaya baru menjabat sekitar satu tahun setelah dilantik pada 8 September 2025, menggantikan Sri Mulyani Indrawati.
Menariknya, saat pelantikan penggantinya berlangsung, Purbaya sedang dalam rapat dengan Komite IV DPD RI di Senayan dan rapat itu terpaksa dihentikan setelah Menteri Sekretaris Negara meneleponnya.
Purbaya pun meninggalkan ruangan dan tidak kembali lagi.
Istana belum memberikan alasan resmi terkait pencopotan ini, sementara DPR menganggap pergantian menteri sebagai hak prerogatif presiden.
Wakil Ketua Komisi XI, Fauzi Amro, mengatakan bahwa presiden adalah orang yang paling tahu siapa yang pantas menghadapi situasi perekonomian saat ini.
Isu Rp100 miliar muncul empat hari sebelumnya
Pencopotan ini terjadi hanya empat hari setelah Purbaya secara terbuka menanggapi rumor di TikTok tentang jual beli jabatan di Kementerian Keuangan.
Dalam pelantikan ratusan pejabat eselon II-III di Kemenkeu, Purbaya menegaskan bahwa isu tersebut hanya rumor.
“Di TikTok, katanya Pak Purbaya ngumpulin uang Rp100 miliar, ke posisi-posisi tertentu. Saya bingung dari mana isu itu keluar. Tapi itu rumor saja. Ini benar-benar berbasis profesional,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa pengisian jabatan melibatkan usulan dari unit kerja, penilaian Sekretaris Jenderal, dan konfirmasi pejabat eselon I.
“Kalau saya pernah terima uang, isu Rp100 miliar itu pasti laku dengan cepat. Untung saya nggak pernah terima. Integritas itu amat penting,” ujarnya.
Rumor tersebut muncul bersamaan dengan perombakan besar-besaran pejabat di Kemenkeu, dan meskipun isu ini menjadi polemik, tidak ada pengumuman resmi yang menyatakan bahwa itu menjadi alasan pencopotan.
Tekanan fiskal dan kepercayaan pasar
Analis dan media asing lebih banyak menyoroti tekanan ekonomi selama masa jabatan Purbaya yang ditandai dengan pelemahan rupiah dan perubahan outlook rating oleh lembaga pemeringkat.
Di samping itu, ada juga gesekan dengan Bank Indonesia mengenai likuiditas dan polemik setoran dividen Danantara sekitar Rp120 triliun ke APBN.
Ekonom CELIOS, Bhima Yudhistira, menyoroti adanya masalah koordinasi internal, termasuk terkait restitusi pajak dan gaya komunikasi yang dinilai terlalu percaya diri.
Beberapa ekonom lainnya melihat pergantian ini sebagai langkah penyegaran untuk meredam ketidakpastian pasar.
Financial Times dan Reuters mencatat bahwa penggantian ini terjadi setelah setahun Purbaya memimpin di tengah krisis kepercayaan investor, yang membuat IHSG sempat tertekan sebelum akhirnya sedikit pulih setelah kabar reshuffle ini.
Mandat ke Menkeu baru: jaga kredibilitas APBN
Suahasil Nazara, yang sudah menjadi Wamenkeu sejak...
Dalam rangka menyimpulkan, pergeseran jabatan ini menimbulkan banyak spekulasi dan pertanyaan di kalangan masyarakat dan analis ekonomi.
Menurut kamu gimana tentang berita ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar!
Sumber: gelora.co (2026-09-14)
0 Komentar