
- Analis politik Hendri Satrio mengingatkan publik untuk tidak meremehkan aktivitas Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang sering bertemu dengan masyarakat.
- Hendri menyebut pendekatan Gibran sebagai "kampanye canggih" yang dapat membangun modal sosial dan kedekatan personal dengan rakyat, berbeda dari kampanye formal.
- Ia percaya bahwa interaksi langsung Gibran dengan masyarakat bisa menjadi aset politik jangka panjang dan memengaruhi dinamika politik ke depan.
Analis politik Hendri Satrio memberikan peringatan kepada publik untuk tidak menganggap remeh aktivitas Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, yang belakangan ini aktif menjalin pertemuan dengan masyarakat.
Menyimak pemberitaan dari gelora.co pada 2026-09-22, Hendri menilai bahwa pola pendekatan Gibran bisa membangun *modal sosial* yang memiliki nilai politik.
Hendri bahkan menyebut pola tersebut sebagai bentuk “kampanye canggih” yang harus diperhatikan.
“Iya, jadi maksud gue ini tuh kampanye canggih. Lo harus hati-hati sama Gibran,” kata Hendri dalam sebuah podcast, dikutip Senin (21/9/2026).
Menurut Hendri, aktivitas turun langsung ke masyarakat itu berbeda dengan kampanye politik yang dilakukan secara terbuka.
Kehadiran seorang pejabat di tengah masyarakat dinilai bisa menciptakan kedekatan personal yang berpotensi jadi modal politik.
“Sebagai penulis buku Momentum Politik, ada satu faktor yang bisa menumbuhkan momentum politik itu yang namanya modal sosial,” tuturnya.
Hendri menjelaskan bahwa interaksi langsung dengan masyarakat meninggalkan kesan yang berbeda dibandingkan sekadar menyampaikan pesan melalui media.
Dalam pandangannya, hubungan personal yang terbentuk dari pertemuan semacam itu bisa jadi aset ketika seseorang butuh dukungan politik di masa mendatang.
Ia juga mengamati pola kunjungan Gibran ke berbagai kelompok masyarakat.
Sebelumnya, Hendri mengaitkan aktivitas blusukan Gibran dengan upaya mengakumulasi modal sosial dan menyebut kehadiran langsung di tengah masyarakat sebagai strategi untuk memperkuat kedekatan dengan rakyat.
Dalam analisisnya, Hendri menyebut bahwa pola tersebut membuat aktivitas Gibran berbeda dari kampanye yang mudah dikenali secara formal.
Ia menilai bahwa kedekatan yang dibangun melalui kunjungan langsung bisa jadi fondasi politik jangka panjang.
“Dan Gibran melakukan itu, orang Indonesia itu kan gak enakan,” ujar Hendri.
Menurut dia, saat seorang pemimpin datang langsung menemui masyarakat, hubungan personal yang terbentuk dapat memberikan kesan tertentu.
Hendri kemudian menghubungkan pandangannya dengan narasi mengenai kemenangan Prabowo Subianto di Pilpres 2024, yang oleh sebagian pihak disebut sebagai “giveaway” dari Presiden ke-7 Joko Widodo.
Namun, ia tidak percaya bahwa Prabowo berada di bawah kendali Jokowi.
“Gue sih gak pernah percaya bahwa Prabowo diatur Jokowi tuh gue gak pernah percaya,” kata Hendri.
Ia menilai Prabowo memiliki kalkulasi politik sendiri dalam menentukan langkahnya.
Karena itu, perhatian Hendri justru ditujukan kepada Gibran.
Ia menilai aktivitas wakil presiden tersebut perlu dicermati karena pembangunan modal sosial melalui interaksi langsung dengan masyarakat dapat memiliki konsekuensi politik di masa mendatang.
Pandangan Hendri tentang modal sosial bukanlah hal baru dalam analisis politiknya.
Ia sebelumnya menjelaskan bahwa modal sosial adalah salah satu faktor yang dapat membantu seseorang membangun momentum politik.
Jadi, menarik untuk melihat bagaimana langkah-langkah Gibran ke depan dapat memengaruhi dinamika politik.
Menurut kamu gimana tentang berita ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar!
Sumber: gelora.co (2026-09-22)
0 Komentar