
- Prabowo Subianto mungkin akan mundur dari kursi kepresidenan setelah Agustus 2026 karena desakan publik dan masalah kesehatan.
- Gibran Rakabuming Raka, sebagai Wakil Presiden, diperkirakan akan menggantikan Prabowo jika ia mundur.
- Rosan Roeslani membantah rumor bahwa Prabowo hanya akan menjabat selama dua tahun sebelum digantikan Gibran, menyatakan bahwa pernyataan tersebut tidak akurat.
Gossip terbaru bikin heboh!
Prabowo Mundur?
Menyimak pemberitaan dari gelora.co pada 2026-08-02, praktisi intelijen Kolonel (Purn) Sri Radjasa Chandra ngumumin skenario yang mungkin terjadi, yaitu Prabowo Subianto bisa mundur dari kursi kepresidenan setelah Agustus 2026.
Radjasa bilang, mundurnya Prabowo bisa disebabkan oleh desakan publik dan juga kondisi kesehatannya yang kurang baik.
Kalau Prabowo beneran mundur, Gibran Rakabuming Raka yang saat ini jadi Wakil Presiden bakal menggantikan tempatnya.
Radjasa menjelaskan, "Sesungguhnya gini ya, kita dari kondisi kesehatan Prabowo itu juga enggak baik-baik aja loh. Enggak baik-baik aja. Eh, yang kita khawatirkan nanti ketika terjadi gonjang-ganjing ya kan mulai Agustus dan seterusnya ini bisa juga ya kan tiba-tiba Presiden mengundurkan diri karena desakan publik, yang jadi Wapres."
Perbedaan Mundur dan Pemakzulan
Ia juga menekankan bahwa pengunduran diri presiden itu berbeda dengan pemakzulan.
Radjasa kembali menegaskan, alasan Prabowo mundur adalah desakan dari publik dan masalah kesehatan.
"Ya itu tadi karena desakan publik ya kan (Presiden mengundurkan diri) yang begitu kuat kemudian kesehatan ya kan dia mundur ya," tandasnya.
Rencana Gibran di Pilpres 2024
Di sisi lain, pada awal 2024, pengamat militer Connie Rahakundini Bakrie mengungkapkan cerita dari Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Rosan Roeslani tentang rencana Prabowo jika terpilih di Pilpres 2024.
Menurut Connie, Prabowo direncanakan hanya menjabat selama dua tahun sebelum digantikan oleh Gibran.
Connie bilang, "Saya bilang apa dulu saya mau tanya emang Pak Prabowo ini bakal jadi presiden berapa lama? Ini menyampaikan Pak Rosan loh, duta besar kita, mantan, di Amerika. Jadi rencananya dua tahun. Tiga tahun berikutnya diikuti oleh Gibran."
Bantahan dari Rosan Roeslani
Namun, Rosan Roeslani langsung membantah keras rumor itu dan menegaskan bahwa pernyataan tentang "dua tahun" datang dari Connie sendiri.
Ia menjelaskan, "Pernyataan yang dua tahun itu bukan datang dari saya. Beliau (Connie) mengatakan, 'Ini gimana kalau sudah dua tahun, atau kalau tiba-tiba Pak Prabowo, saya ini orang intelijen, bisa saja Pak Prabowo diracun, bisa lebih cepat, itu gimana?', dia bilang begitu."
Rosan menambahkan, "Saya bilang, 'Bu, udahlah, itu tidak pantas. Ya sudahlah, kita, sih, nggak ada pikiran seperti itu lah, janganlah'."
Kesimpulannya, banyak rumor dan spekulasi beredar mengenai masa depan Prabowo dan Gibran.
Menurut kamu gimana tentang berita ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar!
Sumber: gelora.co (2026-08-02)
0 Komentar