📌 Ringkasan Berita:
  • DPP PDIP menanggapi sindiran Partai Golkar dengan mengajak Golkar fokus pada masalah masyarakat, seperti pemadaman listrik.
  • Ketua DPP PDIP, Deddy Yevri Sitorus, menegaskan bahwa PDIP tidak menjadikan kekuasaan sebagai tujuan utama, berbeda dengan Golkar.
  • Deddy berharap Golkar dan partai lain yang berada di pemerintahan dapat menghormati pilihan PDIP yang memilih untuk tetap di luar pemerintahan.

DPP PDIP memberikan tanggapan terhadap sindiran dari Partai Golkar yang mempertanyakan perannya di luar pemerintahan.

Tanggapan PDIP terhadap Golkar

Menyimak pemberitaan dari gelora.co pada 2026-06-20, Ketua DPP PDIP, Deddy Yevri Sitorus, menyarankan Golkar untuk lebih fokus pada masalah yang dihadapi masyarakat, daripada mengomentari posisi politik PDIP.

Deddy mengungkapkan, "Saya menilai lebih baik Partai Golkar fokus mengurus persoalan pemadaman listrik yang terjadi di mana-mana, daripada sibuk mengurusi posisi PDI Perjuangan.”

Pandangan Deddy tentang Kekuasaan

Deddy, yang juga Anggota Komisi II DPR RI, menekankan bahwa PDIP tidak menjadikan kekuasaan sebagai tujuan utama.

Dia menjelaskan, "PDI Perjuangan bukanlah partai seperti Golkar yang kalah atau menang tetap ingin ikut berkuasa. Kami tidak memiliki bakat candu kekuasaan, seolah tanpa berkuasa akan mati atau tidak berkembang.”

Kepentingan Berada dalam Pemerintahan

Menurut Deddy, meskipun berada di dalam pemerintahan memiliki berbagai keuntungan, itu bukan alasan untuk memaksakan diri bergabung.

Dia juga mempertanyakan sikap mereka yang nyinyir terhadap keputusan PDIP untuk tetap di luar pemerintahan.

Deddy menyatakan, "Saya memahami betul bahwa berada dalam pemerintahan sangat menguntungkan partai politik karena memiliki akses kekuasaan. Namun, justru karena itulah saya heran mengapa ada pihak yang bersikap nyinyir terhadap partai yang memilih tidak masuk dan tidak menikmati kemewahan kekuasaan.”

Deddy menambahkan bahwa PDIP menghormati pilihan partai lain yang bergabung dalam pemerintahan.

Dia berharap agar penghormatan yang sama juga diberikan kepada partai yang memilih untuk tetap di luar kabinet.

Dia menutup dengan mengatakan, "Kami menghormati partai-partai yang berada di pemerintahan, dan sudah sepantasnya Golkar juga menunjukkan sikap yang sama kepada pihak yang berada di luar pemerintahan.”

Secara keseluruhan, pernyataan ini mengingatkan kita tentang dinamika politik di Indonesia.

Menurut kamu gimana tentang berita ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar!




Sumber: gelora.co (2026-06-20)