
- Aliansi mahasiswa dari berbagai universitas menggelar aksi "Rakyat Memanggil" di Gejayan, Yogyakarta pada 13 Juni 2026, meski hujan turun.
- Mereka menuntut penghentian program Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa Merah Putih, serta pencabutan UU TNI dan UU Polri.
- Salah satu fokus utama aksi adalah mendesak pemerintah untuk menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi dan meningkatkan perlindungan terhadap kebebasan berekspresi.
Aliansi mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia menggelar aksi bertajuk "Rakyat Memanggil" di Pertigaan Gejayan, Yogyakarta pada Sabtu, 13 Juni 2026.
Aksi Bersama di Gejayan
Melansir pemberitaan dari gelora.co pada 2026-06-13, meski hujan sempat turun, itu tidak menghentikan semangat para mahasiswa.
Sejumlah mahasiswa dari Universitas Gadjah Mada, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, dan Universitas Islam Indonesia mulai bergerak untuk menyampaikan aspirasi mereka di Pertigaan Gejayan.
Pertigaan Gejayan sendiri sudah jadi titik kumpul bagi berbagai gerakan masyarakat sipil di Jogja sejak era reformasi tahun 1998.
Tuntutan Mahasiswa
Dalam aksi ini, massa menuntut agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dihentikan.
Mereka juga mendesak pencabutan UU TNI dan UU Polri.
Selain itu, massa aksi menekankan pentingnya perlindungan terhadap kebebasan berekspresi, berkumpul, dan berserikat.
Mereka juga menuntut agar pendidikan gratis, layanan kesehatan, pemulihan kesejahteraan ekonomi, serta pemulihan hak buruh diutamakan.
Tak hanya itu, mereka juga mendesak penurunan harga bahan pokok.
Harga BBM Jadi Sorotan
Salah satu sorotan dalam aksi ini adalah tuntutan untuk pemerintah menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi.
Menurut kamu gimana tentang berita ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar!
Sumber: gelora.co (2026-06-13)
0 Komentar